Monday, December 12, 2016

fiforlif jakarta

fiforlif jakarta
fiforlif jakarta barat
fiforlif jakarta pusat
fiforlif jakarta timur
fiforlif jakarta utara
fiforlif di apotek
efek samping minum fiforlif



http://bit.ly/2hEWWq6
https://goo.gl/rRjCL6
https://is.gd/fgEV59
http://bit.do/cU7CS
https://mcaf.ee/z8n52w
https://v.gd/vaIVPy
http://ow.ly/2cKL3072O3H

Thursday, May 15, 2014

jumah muabarakah

لحمد لله الذى أمرنا بالعدل والاحسان, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى بصرنا من العمى وهدانا من الضلال. اللهم صل وسلم وبارك على رسول الله محمد ابن عبدالله وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم القيامة. أما بعد فياعبادالله أوصيكم واياي بتقوى الله وطاعته وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات لعلكم تفلحون. قال الله تعالى فى القرأن العظيم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة الا تخافوا ولاتحزنوا وابشروا بالجنة التي كنتم توعدون 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Sembari bersila, duduk istiqamah di masjid ini, mari kita bersama-sama mendekatkan diri, menyatukan nurani kita dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang melidungi dan membimbing hidup kita. Upaya mendekatkan dan menyatukan diri  merupakan sesuatu yang niscaya bagi kita selaku hamba-Nya dan sebagai manifestasi ketundukan dan kepatuhan kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Pada kesempatan kali ini, khatib ingin mengangkat tema tentang istiqomah sebagai konsep diri membentuk karakter seorang muslim.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Sebagai agama samawi, Islam memadukan antara dimensi esoterik (‘aqidah) di satu sisi, dan dimensi eksoterik (syari’ah) di sisi yang lain. Dimensi eksoterik ajaran Islam memuat ajaran paling fundamental yang menyangkut sistem keimanan dan kepercayaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta alam semesta. Oleh karena itu, pemaknaan atas iman secara benar dan istiqomah dimaksud untuk mestimulasi rasa spiritualisme keagamaan yang paling asasi dalam wujud penghambaan dan pengabdian secara total kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Istiqomah berasal dari kata Qawama yang berarti tegak lurus. Kata istiqomah selalu dipahami sebagai sikap teguh dalam pendirian, konsekuen, tidak condong atau menyeleweng ke kiri atau ke kanan dan tetap berjalan pada garis lurus yang telah diyakini kebenarannya.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah 
Istiqomah adalah konsistensi, ketabahan, kemenangan, keperwiraan dan kejayaan di medan pertarungan antara ketaatan, hawa nafsu dan keinginan. Oleh karena itu mereka yang beristiqomah layak untuk dapat penghormatan berupa penurunan malaikat kepada mereka dalam kehidupan di dunia untuk membuang perasaan takut dan sedih dan memberi kabar gembira kepada mereka dengan kenikmatan surga. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣۰﴾٣۰
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (al-Fussilat:30).

Sikap istiqomah juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw sebagai identitas keislaman seseorang. Hal ini sebagaimana ditegaskan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:
عن سفيان بن عبد الله الثقفي قال قلت يارسول الله قل لى فى الاسلام قولا لا أسأل عنه أحدا غيرك قال قل أمنت بالله فاستقم (رواه مسلم)
Artinya:
Dari Sufyan bin Abdullah al-Tsaqafi r.a berkata: Aku berkata Wahai Rasulullah...! katakanlah satu perkataan padaku tentang islam yang aku tidak perlu menanyakannya kepada orang lain. Sabda Rasullah saw: “ucapkanlah aku beriman dengan Allah kemudian beristiqomahlah kamu” (HR. Muslim)
Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Hadits di atas menjelaskan bahwa sikap istiqomah tersebut akan berimplikasi kepada bagaimana seorang muslim secara terus menerus dan konsisten berpegang teguh dalam beriman kepada Allah. Istiqomah itu sendiri dapat memberikan efek positif yang sangat besar bagi kehidupan seorang muslim dalam membentuk citra dirinya.
Citra diri (self image) atau konsep diri (self concept) adalah gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. Walaupun citra diri mempunyai subyektivitas yang tinggi, tetapi hal itu merupakan salah satu unsur penting dalam proses pengembangan pribadi. Citra diri yang positif akan mewarnai pola sikap, cara pikir, corak penghayatan, dan ragam perbuatan yang positif juga, demikian pula sebliknya. Seseorang yang memandang dirinya cerdas misalnya, akan bersikap berfikir, merasakan dan melakukan tindakan-tindakan yang dianggapnya cerdas (sekalipun orang-orang lain mungkin menganggapnya berlagak pintar)
Sesuai dengan citra diri yang disebutkan, maka yang dimaksud dengan citra diri muslim adalah gambaran seorang mengenai dirinya sendiri, dalam artian sejauh mana ia menilai sendiri kualitas kemusliman, keimanan, dan kemuhsinannya berdasarkan tolak ukur ajaran Islam. Peneliaian ini benar-benar tidak mudah dan mengandung subjektivitas yang tinggi, tetapi hal ini dalam ajaran Islam sangat dianjurkan mengingat setiap muslim wajib melakukan muhasabah (evaluasi diri), menghisab dirinya sebelum ia dihisab di hari akhir.
 
Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Seorang muslim yang melakukan istiqomah, maka ia telah melakukan sebuah usaha yang berkaitan dengan pengembangan pribadinya. Pengembangan pribadi adalah usaha terencana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang mencerminkan kedewasaan pribadi guna meraih kondisi yang lebih baik lagi dalam mewujudkan citra diri yang diidam-idamkan. Usaha ini dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang paling baik untuk dirinya dalam rangka mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

Seseorang disebut memiliki kepribadian muslim manakala ia dalam mempersepsi sesuatu, dalam bersikap terhadap sesuatu dan dalam melakukan sesuatu dikendalikan oleh pandangan hidup muslim. Karakter seorang muslim terbentuk melalui pendidikan dan pengalaman hidup. Kepribadian seseorang disamping bermodal kapasitas fitrah bawaan sejak lahir dari warisan genetika orang tuanya, ia terbentuk melalui proses panjang riwayat hidupnya, proses internalisasi nilai pengetahuan dan pengalaman dalam dirinya. Dalam perspektif ini, agama yang diterima dari pengetahuan maupun yang dihayati dari pengalaman rohaniah, masuk ke dalam struktur kepribadian seseorang. Orang yang menguasai ilmu agama atau ilmu akhlak (sebagai ilmu) tidak otomatis memiliki kepribadian yang tinggi, karena kepribadian bukan hanya aspek pengetahuan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Salah satu kegiatan pribadi adalah ‘menemukan makna hidup’ yang kiranya dapat dimodifikasi untuk merancang program pelatihan ‘menuju kepribadian muslim. Pelatihan menemukan makna hidup ini didasari oleh prinsip-prinsip panca sadar yakni: Pertama sadar akan citra diri yang diidam-idamkan. Kedua sadar akan kelemahan dan keunggulan diri sendiri. Ketiga sadar akan unsur-unsur yang menunjang dan menghambat dari lingkungan sekitar. Keempat sadar akan pendekatan dan metode penghambatan pribadi. Dan kelima sadar akan tokoh idaman dan panutan akan suri tauladan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Kesimpulan dari khutbah kali ini adalah bahwa seorang muslim yang melakukan istiqomah, maka ia telah melakukan sebuah usaha yang berkaitan dengan pengembangan pribadinya dan citra dirinya. Pengembangan pribadi adalah usaha terencana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang mencerminkan kedewasaan pribadi guna meraih kondisi yang lebih baik lagi dalam mewujudkan citra diri yang diidam-idamkan. Usaha ini dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang paling baik untuk dirinya dalam rangja mengubah nasibnya menjadi lebih baik.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى 




الخطبة الثانية 
=-=-=-=
الحمد لله ، نحمده ، و نستعينه ، و نستغفره ، ونتوب إليه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مُضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ، أما بعد ؛
فيا عباد الله ، اتقوا الله تعالى حق التقوى ، وأعلموا -  - أن اليد العليا خيرٌ من اليد السُفلى ، وأن ما قل وكفى خيرٌ مما كثُر وألهى ، وأن خير الغنى غنى النفس ، وأن خير الزاد التقوى ، وأن المُسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده ، وأن الظلم ظلماتٌ يوم القيامة ، وأن مع الحياة موتاً ، وأن مع الدنيا آخرة ، وأن لكل حسنةٍ ثواباً ، ولكل سيئةٍ عقاباً ، وأن الله تعالى على كل شيءٍ رقيباً ؛ فاتقوه واخشوه يا معاشر المؤمنين .
  .
فصلى الله وسلم وبارك على نبينا وحبيبنا وقائدنا وقدوتنا محمدٍ بن عبد الله صلى الله عليه وسلم الذي علّمنا وهدانا وأرشدنا إلى كل قولٍ سديدٍ وكل هديٍ رشيد .
اللهم أعز الإسلام والمُسلمين ، ودمِّر أعداء الملة والدين ، واكفنا اللهم وإخواننا المسلمين في كل مكانٍ من كيد الكائدين ، ومكر الماكرين ، وحسد الحاسدين ، وحقد الحاقدين ، وشماتة الشامتين ، وظلم الظالمين .
اللهم إنا نسألك حُسن القول وحُسن العمل وحُسن النية . ووفقنا اللهم لحُسن المحيا وحُسن الممات ، وأكرمنا بحُسن الختام وحُسن المآل ، وتفضل علينا بحُسن الحساب وحُسن الثواب .
اللهم نوِّر قلوبنا بنور الإيمان ، واشرح صدورنا بالقرآن ، ويسِّر أمورنا ، واستُر عيوبنا ، وأمِّن خوفنا ، وأكفنا اللهم بحلالك عن حرامك ، وأغننا بفضلك عمَّن سواك .
اللهم اغفر لنا وارحمنا ، وعافنا وأعف عنا ، واغفر اللهم لآبائنا وأُمهاتنا ، وأجدادنا وجداتنا ، وأولادنا وبناتنا ، وإخواننا وأخواتنا ، وأزواجنا وزوجاتنا ، وأحيائنا وأمواتنا .
اللهم ادفع عنا الغلا ، والوبا ، والربا ، والزنى ، والزلازل ، والمحن ، وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن . اللهم لا تدع لنا في مقامنا هذا ذنباً إلا غفرته ، ولا مريضاً إلا شافيته ، ولا مُبتلىً إلا عافيته ، ولا ميتاً إلا رحمته ، ولا غائباً إلا رددته ، ولا حاجةً من حوائج الدنيا والآخرة إلا قضيتها ويسّرتها يا رب العالمين .
اللهم زين حياتنا بذِكرك ، واستعملنا في طاعتك ، وامنُن علينا بكريم لطفِك وجميل بِرِّك ، وأعنَّا على ذكرك وشكرك وحُسن عبادتك .
اللهم وفق ولاة أمرنا لما تُحبه وترضاه من القول والعمل والنية ، وارزقهم اللهم البطانة الصالحة التي تدلهم على الخير ، وتُعينهم عليه ، وترشدهم لما فيه الصلاح والفلاح والنجاح .
اللهم أهد شباب المسلمين ، وأحفظهم من كل شرٍ يُراد بهم ، وأعزهم بالإسلام ، وأعز الإسلام بهم ، ورُدهم إليك رداً جميلاً .
عباد الله : إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ . فاذكروا الله يذكركم ، واشكروه على نعمه يزدكم ، واستغفروه يغفر لكم ، وأقم الصلاة 

Saturday, April 5, 2014

tafsir azzalzalah

Memberikan penjelasan ttg ayat.
Menghilangkan kesamaran arti suatu nas. Mengetahui dgn jelas makna yg dikehendaki Syari.
Menjelaskan hal2 yg berkaitan dgn ayat (sebab turun ayat, gramatika, hubungan ayat, kosa kata, makna ijmal.
Kita akan berbicara menyangkut surah azzalzalah.

Diperselisihkan ulama. Mayoritas ulama – turun di makkah sblm hijrah –
Surah ini urutan yg ke 94 dari segi masa turunny—bagi yg menilainya madaniah. Bukan dari segi penempatannya dlm alquran (99).

Berbicara Salah satu prinsip akidah – mendukung pendapat makkiyah
Ayat 7-8 madaniyah—minoritas ulama yg tdk didukung banyk ulama

Namanya dikenal pada masa sahabat , idzaa zulzilat
Ibnu umar – surah idzaa zulzilat turun saat abu bakar menangis
Az zilzal – zulzilat – zalzalah – terambil dari ayat pertama

Tema utama – penjelasan ttg hari kiamat dan apa yg akan dialami manusia ktk itu. Kedatangan hari kiamat. Bumi digoncang dgn begitu dahsyat. Wajah yg beragam, sesuai dgn amal.


Akhir surah bayyinah – mnjlskan balasan yg akan diterima yg durhaka dan taat yg diterima di hari kiamat.
Nah surah ini berbicara ttg awal hari kemudian.

Idzaa – yg diterjemahkan jika/apabila. digunakan alquran utk sst yg akan datang, pasti akan terjadi. In – utk sst yg blm atau jarang terjadi. Law—sst yg mustahil terjadi. Ayat ini mengisyaratkan kepastian ttg terjadinya goncangan bumi.



01.    (Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba (dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.  (dan ini pasti terjadi)
Yg dahsyat yg hany terjadi sekali kedahsyatan spt itu


02.    (Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya) berupa semua perbendaharaan yang dikandungnya termasuk orang-orang mati, kemudian semuanya itu dicampakkan ke permukaannya.
عن ابن عباس { وَأخْرَجَتِ الأرْضُ أثْقَالَهَا } قال: الموَتى thabari
Barang tambang atau apapun selainny.
Pengulangan kata ardhu ayat kedua—goncangan terjadi di seluruh wilayah bumi tanpa terkecuali. Ini yg membedakan. Terbatas.
Kita sering melihat guncangna, tp guncangnan ini berbeda yg dikethui umat manusia. Ini disiyaratkan dari kata al-ardh.
Klo ada gempa, biasanya pada wilyaha tertentu. Tp ini alardh. Semua persada bumi. Guncangan khusus yg berbeda. Ini yg disiratkan kata zilzaalaahaa.
Kiamat nanti ada peniupan sangkalal pertama. Goncang. Hancur alam raya. Manusia mati.    
Ada peniupan sangkalal kedua. Semua bangkit. Apakah guncangan ini yg pertama atau yg kedua.     
Atqal jamak tsaql. Beban yg berat.
Klo yg berpendapat ini guncangan yg pertama, maka apa saja, emas perak, dikelaurkan seakan2 tdk ingin memikul sesuatu. Sama spt wanita yg hamil.
Inna zalzalatassa’ati syayun adzhiim.
Klo sangkalal yg kedua, yg dikeluarkan adl manusia yg terpendam. Pendapat in lbh kuat oleh ulama stlh melihat lanjutan ayat.
Guncangan kedua,..man ba’atsanaa mim marqadinaa.


03.    (Dan manusia bertanya) yakni orang yang ingkar kepada adanya hari berbangkit ("Mengapa bumi jadi begini?" (apa yg terjadi baginya)) ia mengatakan demikian dengan nada ingkar kepada kenyataan yang sedang mereka alami ketika itu, yaitu keadaan menjelang hari kiamat.
Mengapa bergoncang dahsyat dan mengeluarkan isi perutnya?
 ابن عباس، { وَقالَ الإنْسانُ ما لَهَا } قال: الكافر thabari
Wa qaalalinsaanu maa laha.Apa yg terjadi ini. Kami tadiny dlm keadaan tenang2. Atau tersiksa biasa2.


04.    (Pada hari itu) menjadi Badal dari lafal Idzaa berikut Jawabnya (bumi menceritakan beritanya) yaitu menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan di atas permukaannya, amal baik dan amal buruk.

HR Ahmad dan Tirmidzi. Makna akhbar. Rasul membaca ayat ini, lalu bersabda, “tahukah kamu apa berita2 ini? Berita2 ini adl bahwa bumi menyaksikan thd setiap manusia (lk/pr) atas apa yg mrk lakukan di atas permukaanku.
Dari sini, nabi menganjurkan ssrg yg telah shalat, dan ingin shalat lagi utk berpindah, selangkah dua langkah. Shg memberi kesaksian.
Nah ketika itu, yaumidizn tuhadditsu.. bumi berbicara menyampaikan berita2.
Tdk harus bhs lisan. Bisa bhs simbol.  Itu sebabnya nabi memerinthkn kklo mau ulang solat, pindah tempat. 1 2 langkah.
Ada pendapat, bumi menympakian apa yg pernah terjadi dari amalan2 ini.
Matahari digulung. Bintang2b berjatuhan. Allah hanya menjelaskan akibat.
Keharmonisan alam raya menunjukkan ada yg mengatur.  Ingin menunjukkan wujudunya. Ada gempa. Tdk sell harmonis.


05.    (Karena sesungguhnya) hal itu terjadi disebabkan karena (Tuhanmu telah mewahyukan/memerintahkan kepadanya) yang demikian itu. Di dalam sebuah hadis disebutkan, "Setiap hamba laki-laki dan perempuan menyaksikan (pada hari itu) semua amal perbuatan yang telah dilakukannya di muka bumi."

Keheranan manusia tdk lama. Pertanyaan terjawab. Bumi menyampaikan ttg sebab goncangan. Krn tuhan telah memerintahkan itu.
Ini sesuai dgn kun fayakun.
Pendapat lain, kata yg disampaikan bahasa manusia. Simbol2 adl bhs lbh jelas daripada bhs kalimat.

Awha—asal kata wahyu. Artinya memberi isyarat yg cepat. Memerinthakn. Digunakan kata wahyu utk mengisyaratkan perbedaan keadaan bumi antara penciptaan pertama kali dan kehancuranny kali ini.

Bianna rabbaka awha..Perintah nya ini melalui israfil. Tiup sangkakala.
Awha laha. An-nahl: 68 Wa  Awha ilannahli (mengilhami lebah shg menjadi naluri). Ayat ini menytakan Perintah tsb cepat dan segera.


06.    (Pada hari itu manusia keluar (kembali dari kuburnya)) maksudnya mereka berangkat meninggalkan tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yakni terpisah-pisah; ada yang mengambil jalan ke kanan yaitu menuju ke surga dan ada yang mengambil jalan ke kiri yaitu menuju ke neraka (supaya diperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka) maksudnya balasan amal perbuatan mereka, berupa surga atau neraka.

Manusia keluar dari kuburnya—dilakan perhitungan amal di padang mahsyar dlm keadaan bermacam2 sesuai dgn keimanan dan kekufuran, ssuai dgn amal mrk. Diperlihatkan catatan amal mrk. Ada yg ke surga-ke nereaka. Tingkat pertama-kedua.

Thaba’bai. Manusia semua berpencar. Dari padang mahsyar ke kediamannya (surga/neraka). Liyuraw berarti – utk melihat dan memperoleh balasan amal mrk.



07.    (Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah) atau seberat semut yang paling kecil (niscaya dia akan melihatnya) melihat pahalanya.

zArrah. Kata yg menunjuk sst yg terkecil. Atom. Debu. Amal apapun, sekecil apapun akan dilihat.
08.    (Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya pula) artinya dia pasti akan merasakan balasannya

Amal itu apa? Perbuatan.
Ada ulama yg setiap subuh, memerhatikan matahari terbit dimana? Itu berarti bisa kapan saja.asa an takuuna qariiban.
Manusia sadar. Semua diperlakukan scr adil. Dzarrah- sebutir debu. Ada juga mengartikan kepala semut. Atau semut yg baru lahir. Artinya, manusia akan melihat amalnya, sekecil apapun amalnya tersebut.
Riwayat ulama- asbab wurud, menyangkut peristiwa di madinah. Malu memberi sebiji kurma/sepotong roti kpd peminta2. Dan ada juga yg meremehkan perbuatan dosa yg kecil. Alasannya, ancaman tuhan utk dosa besar. Kasus ini terjadi pada masa turunnya alquran. Ayat ini mencakup kasus tersebut, walaupun terjadi sblm atau sesuadah.

“lindungilah diri kamu dari api neraka wala dgn spotong kurma” (bukhari)
“hindarilah dosa2 kecil, krn dosa2 itu akan menuntut pelakunya.” (Ahmad)

Yarahu. Melihat dgn mata kepala – yg terlihat tingkat2 dan tempat pembalasan dan ganjaran.
         Megentahui – maka objeknya adl balasan dan ganjaran amal.

Ayat ini peringatan dan tuntunan. Banyak peristiwa2 besar, baik positif/negatif, dari hal2 kecil.
Kobaran Api – dari puntung rokok
Kata yg diucapkan tdk sengaja—bisa berdampak besar dlm lingkungan.
Itu mengapa surah yg mengandung tuntunan ini sebagai seperempat kandungan alquran.
" من قرأ سورة إذا زلزلت أربع مرات كان كمن قرأ القرآن كله  zamakhsyari
Kesimpulan. Guncangan bumi pasti terjadi. Guncangnan yg membinasakan smua makluk. Dan guncangan lain yg akanmembangkitkan.
Keyakinan ini mengantar menghindari/ waspada amal2 buruk.
Jgn sekali2 meremehkan sesuatu. Setan bisa meremhkan dusa. Ayat ini berpesan, jgn meremehkan dosa. Amal sekecil apapun itu bermanfat. Banyak yg menyesal, knp di dunia ada kesempatan menugcapkan subhanallah. Gampang!
Keadilan tuhan sangat sempurna.

Wednesday, August 7, 2013

'idul fitri



Alhamdulillah, puasa telah hampir selesai. Lebaran telah berada di ambang pintu. Wajar pada hari lebaran kita bergembira, karena kita harapkan bahwa kita telah kembali kpd fitrah. Kesucian.
Dulu, sewaktu kita pertama lahir kita tdk membawa dosa. sewaktu kita pertama lahir kita tdk menaruh dendam. sewaktu kita pertama lahir, segalanya kita lihat indah dan baik. Itulah makna fitrah.
Bpk2 – ibu2---

 
Selama puasa, kita menenun pakaian takwa, tujuan puasa, sebgaimana kita ketahui bersama, menurut al-quran, la’allakum tattaquun, Ketika seorang beridul fitri, dia mengenakan pakaian takwa, pakaian yang kita tenun slm bulan ramadhan. Pakaian yg mestinya kita pakai sepanjang saat. Khususnya setelah kita menempa diri selama sebulan penuh dgn berpuasa. Dalam konteks ini, kita mengingat pesan Allah. Walaa takuunu ka
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, 92)

Maksudnya, janganlah kamu menjadi seperti seorang perempuan mengeruai kembali tenunanya seheleai demi sehelai, setelah ditenunkan
dengan idul fitri kita melepaskan kendali , kita melakukan hal2 yg tidak dibenarkan oleh agama.



Hadirin dan hadirat, ‘Aidin dan ‘Aidat, Faizin dan Faizat,
Baru saja kita rebahkan diri kita, bersimpuh di depan pintu kebesaran Allah yang Mahakasih Mahasayang. Baru saja kita mengakhiri salat kita dengan menyebarkan salam sejahtera kepada semua makhluk di sekitar kita. Sejak tadi malam sampai pagi ini, kita memenuhi langit dengan suara takbir kita. Allahu Akbar Allahu Akbar Walillahil Hamd!

Jauh dari kedalaman hati kita yang paling bening, terbersit rasa syukur yang tidak terhingga. Rasa syukur yang mengisi setiap pembuluh darah kita, mengalirkan kesejukan ke dalam pori-pori kulit kita, urat-urat syaraf kita, jaringan-jaringan daging kita, butir-butir darah kita, dan sampai ke dalam tulang sumsum kita. Seperti tetes-tetes embun di pagi hari, air mata kita perlahan-lahan menggenangi pipi kita. Air mata terima kasih kita kepada Dia Yang Mahasayang. Air mata kepuasan karena kita bisa berhari-raya lagi. Air mata kebahagiaan karena kita mendapat peluang untuk menyelesaikan puasa dan salat malam kita di bulan Ramadhan.

Dan inilah kita sekarang: Para aidin dan aidat, faizin dan faizat! Orang-orang yang berhari raya! Orang-orang yang merayakan kemenangan!
Kenanglah kesibukan kita di bulan Ramadhan:
Menahan lapar dan haus, mengendalikan hawa nafsu, membaca Al-Quran, menghadiri tadarusan, melakukan salat malam atau berbagi makanan kepada fuqara dan masakin.
Kenanglah malam-malam qadar ketika kita melantunkan doa-doa kita dalam kesepian atau dalam kerumunan, di rumah sendiri atau di rumah Tuhan.

Kenanglah sabda Nabi saw di tengah-tengah sahabatnya, lebih dari seribu empat ratus tahun yang lalu. “Pada malam Qadar, Allah memerintahkan malaikat Jibril untuk turun ke dunia bersama rombongan para malaikat…Ketika fajar terbit, Jibril berseru: Wahai para malaikat, kembalilah, kembalilah. Para malaikat pun menyahut: Ya Jibril, apa yang telah dilakukan Allah dalam memenuhi hajat-hajat kaum mukmin umat Muhammad? Jibril berkata: Allah swt telah memenuhi keperluan mereka – membahagiakan dan mengampuni mereka semua kecuali empat orang! Para sahabat bertanya: Ya Rasulallah, man hum? Siapakah mereka yang tidak diterima ibadatnya, yang ditolak doanya, yang tidak diampuni dosa-dosanya?

Dengarkan Nabi saw bersabda: Semua orang dipenuhi keinginannya kecuali empat orang:
رجل مدمن خمر، وعاق لوالديه، وقاطع رحم ومشاحن
orang yang terus menerus minum khamar, orang yang durhaka kepada orangtuanya, orang yang memutuskan silaturahmi, dan orang yang sedang bermusuhan (Al-Baihaqi, Syu’b al-Iman 3:336 hadis 3695; Rawdhat al-Wa’izhin 380, dari Imam Ali a.s).

Hadirin dan hadirat, Faizin dan Faizat:

Kita tahu, minum khamar adalah dosa besar. Alhamdulillah, kita semua berhasil menghindarinya. Yang tidak kita sadari adalah kenyataan bahwa seperti minum khamar, durhaka pada orang tua, memutuskan silaturahmi, dan meneruskan permusuhan adalah dosa-dosa besar. Karena dosa-dosa besar itu, pintu-pintu langit ditutupkan, ibadah-ibadah dicampakkan, doa-doa dilemparkan, dan permohonan ampunan ditolakkan.

Marilah kita kenang ibadah-ibadah kita di bulan Ramadhan. Ketika kita menadahkan tangan kita di atas sajadah kita, kenanglah apakah sebelumnya kita membuat orang tua kita murka atau sakit hati? Apakah kita menyakiti pasangan kita, saudara kita, sahabat kita, tetangga kita, atau pegawai kita? Apakah kita tidak mau meminta maaf dan tidak mau memaafkan? Apakah kita menyimpan dendam dan memelihara permusuhan? Dalam taman kehidupan, apakah kita menjadikan diri kita seperti rumpun berduri yang tumbuh di tengah jalan. Semua orang yang lewat pasti terluka karena duri-duri kita yang tajam. Bila kita menjawab ya, kita keluar dari bulan Ramadhan dengan tangan hampa. Tanpa ijabah doa. Tanpa ampunan Tuhan. Tanpa anugrah Ramadhan.

Tanyalah dirimu! Ketika lidah kita membacakan ayat-ayat suci, ingatlah apakah lidah yang sama telah me maki orang lain hanya karena fahamnya berbeda dengan kita, atau karena pendapatnya tidak kita setujui, atau karena kelakuannya tidak seperti yang kita inginkan? Apakah lidah kita telah menjadi ular yang menyemburkan bisa kepada semua orang. Bisa fitnah yang menjatuhkan kehormatan orang. Bisa namimah yang mengadu domba orang-orang yang saling mencinta. Bisa membongkar aib yang mempermalukan orang. Hitung berapa banyak hamba Allah yang merintih pilu, menderita karena bisa-bisa menyengat yang keluar dari mulut kita. 

Sambil memegang tirai Ka’bah, Nabi saw mengagumi rumah Tuhan: Betapa agungnya kamu. Betapa besarnya kamu. Tapi, demi Allah, yang jiwaku ada di tanganNya, jika ada orang yang meruntuhkan kamu, wahai Ka’bah, bata demi bata, kemudian menghancurkannya dan membakarnya, dosanya jauh lebih rendah daripada orang yang meruntuhkan kehormatan kaum mukmin.” Sunan Ibn Majah

Jika lidah kamu masih juga menghancurkan kehormatan orang, menyebarkan aib, fitnah, dan makian, kamu keluar dari bulan Ramadhan dengan tangan hampa. Tanpa ijabah doa. Tanpa ampunan Tuhan. Tanpa anugrah Ramadhan. 

Marilah kita bermuhasabah! Hari ini adalah hari yang paling layak untuk bermuhasabah! Ketika kita rukuk dan sujud di hadapan Tuhan, ketika kita merebahkan kepala kita di atas sajadah, apakah kepala kita itu di luar tempat salat kita dongakkan untuk menunjukkan kebesaran kita dan merendahkan orang lain? Nabi saw bersabda,
لن يدخل الجنة عبد في قلبه مثقال حبة من خردل من كبر
“Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada perasaan sombong walaupun hanya sebesar debu saja!” (Bihar al-Anwar dan Mizan al-Hikmah 8:304)

Orang-orang yang sombong keluar dari bulan Ramadhan dengan tangan hampa. Tanpa ijabah doa. Tanpa ampunan Tuhan. Tanpa anugrah Ramadhan.

Orang-orang yang menyakiti sesama makhluk Tuhan, orang yang menyebarkan kebencian dengan fitnah, hasutan dan makian, orang-orang yang meruntuhkan kehormatan orang lain, orang yang sombong dan merasa diri paling benar dan paling soleh, adalah orang-orang yang memutus-mutuskan silaturahmi. Mereka dilaknat Allah di dunia dan akhirat.
Allah swt berfirman (Al-Quran, Surat Muhammad saw 22-23):
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِنْ تَوَلَّيْتُمْ أَنْ تُفْسِدُوا فِي الأرْضِ وَتُقَطِّعُوا أَرْحَامَكُمْ
أُولَئِكَ الَّذِينَ لَعَنَهُمُ اللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَى أَبْصَارَهُمْ
“Bukankah apabila kalian berpaling dari ajaran Al-Quran, kalian akan berbuat kerusakan di bumi dan memutus-mutuskan silaturahmi. Mereka itulah orang-orang yang Allah laknat mereka. Allah butakan dan tulikan mereka”


Marilah kita memohon perlindungan kepada Allah yang Mahakasih dari perbuatan yang memutuskan silaturahmi.
Pada hari ini, mari kita bukakan gerbang-gerbang langit, mari kita luaskan pintu-pintu ijabah, dengan menyebarkan kasih sayang ke tengah-tengah manusia.

Mintakan maaf kepada semua orang yang pernah kita lukai hatinya: orangtua, pasangan hidup, karib-kerabat, tetangga dan sahabat-sahabat kita.
Mintakan maaf dengan tulus, karena maaf mereka adalah kunci untuk mendapatkan ampunan Tuhan; karena maaf mereka adalah wasilah untuk mengembalikan kepada kita pahala amal-amal saleh kita, keberkahan dan keselamatan, kemuliaan dan kebahagiaan.

Bertekadlah, mulai hari ini, demi kebahagiaan kita di dunia dan di akhirat, kita hanya akan menyebarkan senyuman Sang Nabi saw, memaafkan orang yang berbuat salah, mengenyangkan orang yang lapar, menyembuhkan orang yang sakit, menghibur orang yang menderita, membantu orang yang kekurangan. Sekali lagi, marilah kita buka pintu-pintu ijabah, tirai-tirai kegaiban, dengan doa yang kita peroleh dari manusia-manusia suci:




Allhumma ashlih dzaata baynina wa allif bayna quluubinaa wajalnaa ibaadallahi ikhwaana
Ya allah perbauakilah hubungan antar kami. Harmoniskanlah hati kami dan jadikanlah kami hamba2mu yg bersaudara.
Alhhamummaj’alna minal a’idin alfaizin wal maqbuulin.
Ya allah jadikanlah kami orang2 yg kembali pada kesucian fitrahmu. Orang2 yg memperoleh pengampuan dan surgamu, serta orang2 yg diterima amal2 kebaikannya
Wa aid alaina ramahdna a’waam ba’da a’waam fiima tuhibbu wa tardha
Dan kembalikanlah kpd kami ramahdan tahun demi tahun dlm suka dan ridha wahai tuhan yg maha perkasa

 Imam nawawi berkata begini, “celakalah kaum ramadhaniyyun.2 x. apa itu ramadhiyyun,..adl orang2 yg klo menginat Allahnya di bulan ramadhan sj. Sblm ramadhan tidak ingat kpd Allah, usai ramadhan tdk ingat lg kpd Allah. Itu ada r…orangyg ibadahnya hanya di bulan suci..ramadhan.

Menyayangkan masjid yang begitu besar, tapi minat jamaahnya sangat kecil.
Masjid yang yang sangat megah, tapi minat jamaahnya sangat meprihatinkan.
Masjid yang dibangun dengan sangat mahal, tapi dihargai murah oleh warganya.
Masjid yang dibangun dengan penuh semangat, tapi tidak disertai semangat untuk memakmurkannya

Inilah potret nyata sebagian besar masjid-masjid kita di seluruh penjuru tanah air. Lalu bagaimana dengan masjid kita sendiri? Mari kita lihat bersama….
Secara fisik, alhamdulillah bangunan masjid kita ini sudah selesai 95%. Tinggal menyelesaikan tempat marbot dan pagar. Tapi secara hakiki, pembangunan masjid ini baru selesai sekitar 7%!
Mengapa saya katakan baru 7%? Karena sampai saat ini jumlah jamaah Subuh kita kurang-lebih baru 80 orang. Sedangkan warga sekitar masjid kurang lebih ada 1200 orang. Ini artinya masjid kita ini baru berfungsi 7% saja.
“Pembangunan masjid ini baru selesai sekitar 7%!” Pernyataan inilah yang membuat hadirin terpukau sejenak. Ternyata progresnya baru 7%, bukan 95% yang disangka oleh banyak orang. Tapi, inilah fakta yang harus disadari… dan harus menjadi fokus pembangunan di setiap masjid.
Bapak Ibu dan hadirin yang saya hormati….
Kami sadar bahwa pembangunan fisik masjid itu penting. Tapi yang jauh lebih penting adalah membangun isinya. Fungsi utama masjid adalah untuk shalat. Karena itu, jika sebuah masjid jamaahnya sepi, maka berarti masjid tersebut belum berfungsi dengan semestinya.
Tentang shalat berjamaah di masjid, Nabi SAW pernah bersabda bahwa “Shalat berjamaah lebih baik 27 derajat dibanding shalat sendiri” (Bukhari – Muslim). Dan dalam surat At Taubat 18, Allah berfirman: “Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir”.
Ini artinya, kita sebagai orang yang beriman diperintahkan untuk shalat berjamaah di masjid.
Hadirin rohimakumullah…
Untuk kesekian kalinya, kami mengucapkan terima kasih atas partisipasi seluruh pihak atas bantuannya dalam membangun fisik masjid ini yang sudah tercapai 95%. Selanjutnya, mari kita bangun isinya dengan semangat seperti kita membangun fisiknya.


Dengan idul fitri, atau dengan memasuki bulan syawwal, yg artinya adalah meningkat, yg diharapkan adalah meningkat kebaikan kita, --keindahan, kebaiakn dan kebenaran kita, ilmu kita. Menigkat segala2nya, krn itulah makna ksyukuran kpd Allah dan itulah tujuan dari idul fitri