Thursday, May 15, 2014

jumah muabarakah

لحمد لله الذى أمرنا بالعدل والاحسان, أشهد أن لا اله الا الله وحده لا شريك له. وأشهد أن محمدا عبده ورسوله الذى بصرنا من العمى وهدانا من الضلال. اللهم صل وسلم وبارك على رسول الله محمد ابن عبدالله وعلى اله واصحابه ومن تبعه باحسان الى يوم القيامة. أما بعد فياعبادالله أوصيكم واياي بتقوى الله وطاعته وافعلوا الخيرات واجتنبوا السيئات لعلكم تفلحون. قال الله تعالى فى القرأن العظيم أعوذ بالله من الشيطان الرجيم ان الذين قالوا ربنا الله ثم استقاموا تتنزل عليهم الملائكة الا تخافوا ولاتحزنوا وابشروا بالجنة التي كنتم توعدون 

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Sembari bersila, duduk istiqamah di masjid ini, mari kita bersama-sama mendekatkan diri, menyatukan nurani kita dengan rahmat Allah subhanahu wa ta’ala yang melidungi dan membimbing hidup kita. Upaya mendekatkan dan menyatukan diri  merupakan sesuatu yang niscaya bagi kita selaku hamba-Nya dan sebagai manifestasi ketundukan dan kepatuhan kita di hadapan Allah subhanahu wa ta’ala. Pada kesempatan kali ini, khatib ingin mengangkat tema tentang istiqomah sebagai konsep diri membentuk karakter seorang muslim.

Hadirin Jama’ah Jum’ah Rahimakumullah
Sebagai agama samawi, Islam memadukan antara dimensi esoterik (‘aqidah) di satu sisi, dan dimensi eksoterik (syari’ah) di sisi yang lain. Dimensi eksoterik ajaran Islam memuat ajaran paling fundamental yang menyangkut sistem keimanan dan kepercayaan terhadap Allah subhanahu wa ta’ala sebagai pencipta alam semesta. Oleh karena itu, pemaknaan atas iman secara benar dan istiqomah dimaksud untuk mestimulasi rasa spiritualisme keagamaan yang paling asasi dalam wujud penghambaan dan pengabdian secara total kepada Allah subhanahu wa ta’ala.
Istiqomah berasal dari kata Qawama yang berarti tegak lurus. Kata istiqomah selalu dipahami sebagai sikap teguh dalam pendirian, konsekuen, tidak condong atau menyeleweng ke kiri atau ke kanan dan tetap berjalan pada garis lurus yang telah diyakini kebenarannya.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah 
Istiqomah adalah konsistensi, ketabahan, kemenangan, keperwiraan dan kejayaan di medan pertarungan antara ketaatan, hawa nafsu dan keinginan. Oleh karena itu mereka yang beristiqomah layak untuk dapat penghormatan berupa penurunan malaikat kepada mereka dalam kehidupan di dunia untuk membuang perasaan takut dan sedih dan memberi kabar gembira kepada mereka dengan kenikmatan surga. Sebagaimana firman Allah subhanahu wa ta’ala:
إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنتُمْ تُوعَدُونَ ﴿٣۰﴾٣۰
Artinya:
Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: “Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (al-Fussilat:30).

Sikap istiqomah juga ditegaskan oleh Nabi Muhammad saw sebagai identitas keislaman seseorang. Hal ini sebagaimana ditegaskan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam:
عن سفيان بن عبد الله الثقفي قال قلت يارسول الله قل لى فى الاسلام قولا لا أسأل عنه أحدا غيرك قال قل أمنت بالله فاستقم (رواه مسلم)
Artinya:
Dari Sufyan bin Abdullah al-Tsaqafi r.a berkata: Aku berkata Wahai Rasulullah...! katakanlah satu perkataan padaku tentang islam yang aku tidak perlu menanyakannya kepada orang lain. Sabda Rasullah saw: “ucapkanlah aku beriman dengan Allah kemudian beristiqomahlah kamu” (HR. Muslim)
Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Hadits di atas menjelaskan bahwa sikap istiqomah tersebut akan berimplikasi kepada bagaimana seorang muslim secara terus menerus dan konsisten berpegang teguh dalam beriman kepada Allah. Istiqomah itu sendiri dapat memberikan efek positif yang sangat besar bagi kehidupan seorang muslim dalam membentuk citra dirinya.
Citra diri (self image) atau konsep diri (self concept) adalah gambaran seseorang mengenai dirinya sendiri. Walaupun citra diri mempunyai subyektivitas yang tinggi, tetapi hal itu merupakan salah satu unsur penting dalam proses pengembangan pribadi. Citra diri yang positif akan mewarnai pola sikap, cara pikir, corak penghayatan, dan ragam perbuatan yang positif juga, demikian pula sebliknya. Seseorang yang memandang dirinya cerdas misalnya, akan bersikap berfikir, merasakan dan melakukan tindakan-tindakan yang dianggapnya cerdas (sekalipun orang-orang lain mungkin menganggapnya berlagak pintar)
Sesuai dengan citra diri yang disebutkan, maka yang dimaksud dengan citra diri muslim adalah gambaran seorang mengenai dirinya sendiri, dalam artian sejauh mana ia menilai sendiri kualitas kemusliman, keimanan, dan kemuhsinannya berdasarkan tolak ukur ajaran Islam. Peneliaian ini benar-benar tidak mudah dan mengandung subjektivitas yang tinggi, tetapi hal ini dalam ajaran Islam sangat dianjurkan mengingat setiap muslim wajib melakukan muhasabah (evaluasi diri), menghisab dirinya sebelum ia dihisab di hari akhir.
 
Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Seorang muslim yang melakukan istiqomah, maka ia telah melakukan sebuah usaha yang berkaitan dengan pengembangan pribadinya. Pengembangan pribadi adalah usaha terencana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang mencerminkan kedewasaan pribadi guna meraih kondisi yang lebih baik lagi dalam mewujudkan citra diri yang diidam-idamkan. Usaha ini dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang paling baik untuk dirinya dalam rangka mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

Seseorang disebut memiliki kepribadian muslim manakala ia dalam mempersepsi sesuatu, dalam bersikap terhadap sesuatu dan dalam melakukan sesuatu dikendalikan oleh pandangan hidup muslim. Karakter seorang muslim terbentuk melalui pendidikan dan pengalaman hidup. Kepribadian seseorang disamping bermodal kapasitas fitrah bawaan sejak lahir dari warisan genetika orang tuanya, ia terbentuk melalui proses panjang riwayat hidupnya, proses internalisasi nilai pengetahuan dan pengalaman dalam dirinya. Dalam perspektif ini, agama yang diterima dari pengetahuan maupun yang dihayati dari pengalaman rohaniah, masuk ke dalam struktur kepribadian seseorang. Orang yang menguasai ilmu agama atau ilmu akhlak (sebagai ilmu) tidak otomatis memiliki kepribadian yang tinggi, karena kepribadian bukan hanya aspek pengetahuan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Salah satu kegiatan pribadi adalah ‘menemukan makna hidup’ yang kiranya dapat dimodifikasi untuk merancang program pelatihan ‘menuju kepribadian muslim. Pelatihan menemukan makna hidup ini didasari oleh prinsip-prinsip panca sadar yakni: Pertama sadar akan citra diri yang diidam-idamkan. Kedua sadar akan kelemahan dan keunggulan diri sendiri. Ketiga sadar akan unsur-unsur yang menunjang dan menghambat dari lingkungan sekitar. Keempat sadar akan pendekatan dan metode penghambatan pribadi. Dan kelima sadar akan tokoh idaman dan panutan akan suri tauladan.

Hadirin Jama’ah Jum’at Rahimakumullah
Kesimpulan dari khutbah kali ini adalah bahwa seorang muslim yang melakukan istiqomah, maka ia telah melakukan sebuah usaha yang berkaitan dengan pengembangan pribadinya dan citra dirinya. Pengembangan pribadi adalah usaha terencana untuk meningkatkan wawasan, pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang mencerminkan kedewasaan pribadi guna meraih kondisi yang lebih baik lagi dalam mewujudkan citra diri yang diidam-idamkan. Usaha ini dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang paling baik untuk dirinya dalam rangja mengubah nasibnya menjadi lebih baik.
بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ, وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَالسَّمِيْعُ العَلِيْمُ, وَأَقُوْلُ قَوْلى 




الخطبة الثانية 
=-=-=-=
الحمد لله ، نحمده ، و نستعينه ، و نستغفره ، ونتوب إليه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا و سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مُضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له ، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله ، أما بعد ؛
فيا عباد الله ، اتقوا الله تعالى حق التقوى ، وأعلموا -  - أن اليد العليا خيرٌ من اليد السُفلى ، وأن ما قل وكفى خيرٌ مما كثُر وألهى ، وأن خير الغنى غنى النفس ، وأن خير الزاد التقوى ، وأن المُسلم من سلم المسلمون من لسانه ويده ، وأن الظلم ظلماتٌ يوم القيامة ، وأن مع الحياة موتاً ، وأن مع الدنيا آخرة ، وأن لكل حسنةٍ ثواباً ، ولكل سيئةٍ عقاباً ، وأن الله تعالى على كل شيءٍ رقيباً ؛ فاتقوه واخشوه يا معاشر المؤمنين .
  .
فصلى الله وسلم وبارك على نبينا وحبيبنا وقائدنا وقدوتنا محمدٍ بن عبد الله صلى الله عليه وسلم الذي علّمنا وهدانا وأرشدنا إلى كل قولٍ سديدٍ وكل هديٍ رشيد .
اللهم أعز الإسلام والمُسلمين ، ودمِّر أعداء الملة والدين ، واكفنا اللهم وإخواننا المسلمين في كل مكانٍ من كيد الكائدين ، ومكر الماكرين ، وحسد الحاسدين ، وحقد الحاقدين ، وشماتة الشامتين ، وظلم الظالمين .
اللهم إنا نسألك حُسن القول وحُسن العمل وحُسن النية . ووفقنا اللهم لحُسن المحيا وحُسن الممات ، وأكرمنا بحُسن الختام وحُسن المآل ، وتفضل علينا بحُسن الحساب وحُسن الثواب .
اللهم نوِّر قلوبنا بنور الإيمان ، واشرح صدورنا بالقرآن ، ويسِّر أمورنا ، واستُر عيوبنا ، وأمِّن خوفنا ، وأكفنا اللهم بحلالك عن حرامك ، وأغننا بفضلك عمَّن سواك .
اللهم اغفر لنا وارحمنا ، وعافنا وأعف عنا ، واغفر اللهم لآبائنا وأُمهاتنا ، وأجدادنا وجداتنا ، وأولادنا وبناتنا ، وإخواننا وأخواتنا ، وأزواجنا وزوجاتنا ، وأحيائنا وأمواتنا .
اللهم ادفع عنا الغلا ، والوبا ، والربا ، والزنى ، والزلازل ، والمحن ، وسوء الفتن ما ظهر منها وما بطن . اللهم لا تدع لنا في مقامنا هذا ذنباً إلا غفرته ، ولا مريضاً إلا شافيته ، ولا مُبتلىً إلا عافيته ، ولا ميتاً إلا رحمته ، ولا غائباً إلا رددته ، ولا حاجةً من حوائج الدنيا والآخرة إلا قضيتها ويسّرتها يا رب العالمين .
اللهم زين حياتنا بذِكرك ، واستعملنا في طاعتك ، وامنُن علينا بكريم لطفِك وجميل بِرِّك ، وأعنَّا على ذكرك وشكرك وحُسن عبادتك .
اللهم وفق ولاة أمرنا لما تُحبه وترضاه من القول والعمل والنية ، وارزقهم اللهم البطانة الصالحة التي تدلهم على الخير ، وتُعينهم عليه ، وترشدهم لما فيه الصلاح والفلاح والنجاح .
اللهم أهد شباب المسلمين ، وأحفظهم من كل شرٍ يُراد بهم ، وأعزهم بالإسلام ، وأعز الإسلام بهم ، ورُدهم إليك رداً جميلاً .
عباد الله : إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ . فاذكروا الله يذكركم ، واشكروه على نعمه يزدكم ، واستغفروه يغفر لكم ، وأقم الصلاة 

Saturday, April 5, 2014

tafsir azzalzalah

Memberikan penjelasan ttg ayat.
Menghilangkan kesamaran arti suatu nas. Mengetahui dgn jelas makna yg dikehendaki Syari.
Menjelaskan hal2 yg berkaitan dgn ayat (sebab turun ayat, gramatika, hubungan ayat, kosa kata, makna ijmal.
Kita akan berbicara menyangkut surah azzalzalah.

Diperselisihkan ulama. Mayoritas ulama – turun di makkah sblm hijrah –
Surah ini urutan yg ke 94 dari segi masa turunny—bagi yg menilainya madaniah. Bukan dari segi penempatannya dlm alquran (99).

Berbicara Salah satu prinsip akidah – mendukung pendapat makkiyah
Ayat 7-8 madaniyah—minoritas ulama yg tdk didukung banyk ulama

Namanya dikenal pada masa sahabat , idzaa zulzilat
Ibnu umar – surah idzaa zulzilat turun saat abu bakar menangis
Az zilzal – zulzilat – zalzalah – terambil dari ayat pertama

Tema utama – penjelasan ttg hari kiamat dan apa yg akan dialami manusia ktk itu. Kedatangan hari kiamat. Bumi digoncang dgn begitu dahsyat. Wajah yg beragam, sesuai dgn amal.


Akhir surah bayyinah – mnjlskan balasan yg akan diterima yg durhaka dan taat yg diterima di hari kiamat.
Nah surah ini berbicara ttg awal hari kemudian.

Idzaa – yg diterjemahkan jika/apabila. digunakan alquran utk sst yg akan datang, pasti akan terjadi. In – utk sst yg blm atau jarang terjadi. Law—sst yg mustahil terjadi. Ayat ini mengisyaratkan kepastian ttg terjadinya goncangan bumi.



01.    (Apabila bumi diguncangkan) yaitu mengalami gempa di saat hari kiamat tiba (dengan guncangannya) yang amat dahsyat sesuai dengan bentuknya yang besar.  (dan ini pasti terjadi)
Yg dahsyat yg hany terjadi sekali kedahsyatan spt itu


02.    (Dan bumi telah mengeluarkan beban-beban beratnya) berupa semua perbendaharaan yang dikandungnya termasuk orang-orang mati, kemudian semuanya itu dicampakkan ke permukaannya.
عن ابن عباس { وَأخْرَجَتِ الأرْضُ أثْقَالَهَا } قال: الموَتى thabari
Barang tambang atau apapun selainny.
Pengulangan kata ardhu ayat kedua—goncangan terjadi di seluruh wilayah bumi tanpa terkecuali. Ini yg membedakan. Terbatas.
Kita sering melihat guncangna, tp guncangnan ini berbeda yg dikethui umat manusia. Ini disiyaratkan dari kata al-ardh.
Klo ada gempa, biasanya pada wilyaha tertentu. Tp ini alardh. Semua persada bumi. Guncangan khusus yg berbeda. Ini yg disiratkan kata zilzaalaahaa.
Kiamat nanti ada peniupan sangkalal pertama. Goncang. Hancur alam raya. Manusia mati.    
Ada peniupan sangkalal kedua. Semua bangkit. Apakah guncangan ini yg pertama atau yg kedua.     
Atqal jamak tsaql. Beban yg berat.
Klo yg berpendapat ini guncangan yg pertama, maka apa saja, emas perak, dikelaurkan seakan2 tdk ingin memikul sesuatu. Sama spt wanita yg hamil.
Inna zalzalatassa’ati syayun adzhiim.
Klo sangkalal yg kedua, yg dikeluarkan adl manusia yg terpendam. Pendapat in lbh kuat oleh ulama stlh melihat lanjutan ayat.
Guncangan kedua,..man ba’atsanaa mim marqadinaa.


03.    (Dan manusia bertanya) yakni orang yang ingkar kepada adanya hari berbangkit ("Mengapa bumi jadi begini?" (apa yg terjadi baginya)) ia mengatakan demikian dengan nada ingkar kepada kenyataan yang sedang mereka alami ketika itu, yaitu keadaan menjelang hari kiamat.
Mengapa bergoncang dahsyat dan mengeluarkan isi perutnya?
 ابن عباس، { وَقالَ الإنْسانُ ما لَهَا } قال: الكافر thabari
Wa qaalalinsaanu maa laha.Apa yg terjadi ini. Kami tadiny dlm keadaan tenang2. Atau tersiksa biasa2.


04.    (Pada hari itu) menjadi Badal dari lafal Idzaa berikut Jawabnya (bumi menceritakan beritanya) yaitu menceritakan semua amal perbuatan yang telah dilakukan di atas permukaannya, amal baik dan amal buruk.

HR Ahmad dan Tirmidzi. Makna akhbar. Rasul membaca ayat ini, lalu bersabda, “tahukah kamu apa berita2 ini? Berita2 ini adl bahwa bumi menyaksikan thd setiap manusia (lk/pr) atas apa yg mrk lakukan di atas permukaanku.
Dari sini, nabi menganjurkan ssrg yg telah shalat, dan ingin shalat lagi utk berpindah, selangkah dua langkah. Shg memberi kesaksian.
Nah ketika itu, yaumidizn tuhadditsu.. bumi berbicara menyampaikan berita2.
Tdk harus bhs lisan. Bisa bhs simbol.  Itu sebabnya nabi memerinthkn kklo mau ulang solat, pindah tempat. 1 2 langkah.
Ada pendapat, bumi menympakian apa yg pernah terjadi dari amalan2 ini.
Matahari digulung. Bintang2b berjatuhan. Allah hanya menjelaskan akibat.
Keharmonisan alam raya menunjukkan ada yg mengatur.  Ingin menunjukkan wujudunya. Ada gempa. Tdk sell harmonis.


05.    (Karena sesungguhnya) hal itu terjadi disebabkan karena (Tuhanmu telah mewahyukan/memerintahkan kepadanya) yang demikian itu. Di dalam sebuah hadis disebutkan, "Setiap hamba laki-laki dan perempuan menyaksikan (pada hari itu) semua amal perbuatan yang telah dilakukannya di muka bumi."

Keheranan manusia tdk lama. Pertanyaan terjawab. Bumi menyampaikan ttg sebab goncangan. Krn tuhan telah memerintahkan itu.
Ini sesuai dgn kun fayakun.
Pendapat lain, kata yg disampaikan bahasa manusia. Simbol2 adl bhs lbh jelas daripada bhs kalimat.

Awha—asal kata wahyu. Artinya memberi isyarat yg cepat. Memerinthakn. Digunakan kata wahyu utk mengisyaratkan perbedaan keadaan bumi antara penciptaan pertama kali dan kehancuranny kali ini.

Bianna rabbaka awha..Perintah nya ini melalui israfil. Tiup sangkakala.
Awha laha. An-nahl: 68 Wa  Awha ilannahli (mengilhami lebah shg menjadi naluri). Ayat ini menytakan Perintah tsb cepat dan segera.


06.    (Pada hari itu manusia keluar (kembali dari kuburnya)) maksudnya mereka berangkat meninggalkan tempat penghisaban (dalam keadaan yang bermacam-macam) yakni terpisah-pisah; ada yang mengambil jalan ke kanan yaitu menuju ke surga dan ada yang mengambil jalan ke kiri yaitu menuju ke neraka (supaya diperlihatkan kepada mereka amal-amal mereka) maksudnya balasan amal perbuatan mereka, berupa surga atau neraka.

Manusia keluar dari kuburnya—dilakan perhitungan amal di padang mahsyar dlm keadaan bermacam2 sesuai dgn keimanan dan kekufuran, ssuai dgn amal mrk. Diperlihatkan catatan amal mrk. Ada yg ke surga-ke nereaka. Tingkat pertama-kedua.

Thaba’bai. Manusia semua berpencar. Dari padang mahsyar ke kediamannya (surga/neraka). Liyuraw berarti – utk melihat dan memperoleh balasan amal mrk.



07.    (Maka barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah) atau seberat semut yang paling kecil (niscaya dia akan melihatnya) melihat pahalanya.

zArrah. Kata yg menunjuk sst yg terkecil. Atom. Debu. Amal apapun, sekecil apapun akan dilihat.
08.    (Dan barang siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihatnya pula) artinya dia pasti akan merasakan balasannya

Amal itu apa? Perbuatan.
Ada ulama yg setiap subuh, memerhatikan matahari terbit dimana? Itu berarti bisa kapan saja.asa an takuuna qariiban.
Manusia sadar. Semua diperlakukan scr adil. Dzarrah- sebutir debu. Ada juga mengartikan kepala semut. Atau semut yg baru lahir. Artinya, manusia akan melihat amalnya, sekecil apapun amalnya tersebut.
Riwayat ulama- asbab wurud, menyangkut peristiwa di madinah. Malu memberi sebiji kurma/sepotong roti kpd peminta2. Dan ada juga yg meremehkan perbuatan dosa yg kecil. Alasannya, ancaman tuhan utk dosa besar. Kasus ini terjadi pada masa turunnya alquran. Ayat ini mencakup kasus tersebut, walaupun terjadi sblm atau sesuadah.

“lindungilah diri kamu dari api neraka wala dgn spotong kurma” (bukhari)
“hindarilah dosa2 kecil, krn dosa2 itu akan menuntut pelakunya.” (Ahmad)

Yarahu. Melihat dgn mata kepala – yg terlihat tingkat2 dan tempat pembalasan dan ganjaran.
         Megentahui – maka objeknya adl balasan dan ganjaran amal.

Ayat ini peringatan dan tuntunan. Banyak peristiwa2 besar, baik positif/negatif, dari hal2 kecil.
Kobaran Api – dari puntung rokok
Kata yg diucapkan tdk sengaja—bisa berdampak besar dlm lingkungan.
Itu mengapa surah yg mengandung tuntunan ini sebagai seperempat kandungan alquran.
" من قرأ سورة إذا زلزلت أربع مرات كان كمن قرأ القرآن كله  zamakhsyari
Kesimpulan. Guncangan bumi pasti terjadi. Guncangnan yg membinasakan smua makluk. Dan guncangan lain yg akanmembangkitkan.
Keyakinan ini mengantar menghindari/ waspada amal2 buruk.
Jgn sekali2 meremehkan sesuatu. Setan bisa meremhkan dusa. Ayat ini berpesan, jgn meremehkan dosa. Amal sekecil apapun itu bermanfat. Banyak yg menyesal, knp di dunia ada kesempatan menugcapkan subhanallah. Gampang!
Keadilan tuhan sangat sempurna.